Senin, 18 Agustus 2008

    Rahasia Segitiga Bermuda

    Puluhan pesawat dan kapal laut dinyatakan hilang di Segitiga Bermuda tanpa diketahui jejaknya sepanjang tahun. Pesawat Star Tiger, tanpa sebab – sebab yang jelas dan tanpa mengirim sinyal apapun, tiba – tiba lenyap pada tanggal 30 Januari 1948, dalam perjalanannya ke Bermuda dengan 31 orang penumpang. Kejadian lainnya pada tanggal 28 Desember 1948, sebuah pesawat DC-3 dengan 35 orang penumpang terbang dari Poertorico hilang diatas perairan Segitiga Bermuda.
    Pada tanggal 17 Januari 1949 pesawat Star Areal, dari arah Bermuda menuju Jamaica hilang begitu saja ditelan bumi tanpa ada jejaknya.
    Istilah Bermuda diambil dari nama bulan ketujuh penanggalan Mesir, yaitu Naisan. Pada bulan itu petani menanam tebu dan memanen kurma. Istilah itu kemudian dipergunakan untuk menunjuk segitiga imajinatif yang terletak di Samudera Atlantik. Segitiga Bermuda memiliki luas sekitar 770.000 km2 dan terdiri dari gugusan pulau – pulau yang jumlahnya 350 pulau.
    Puncak imajinatif Bermuda, di bagian utara terdapat pulau Bermuda, sudut tenggaranya terdapat pulau Poerterico,yang merupakan markas Militer USA. Penduduknya berbahasa Spanyol dan bahasa resminya bahasa Inggris. Ibukotanya San Juan. Sedangkan sudut baratnya terletak di Miami,Florida.
    Seorang spesialis peristiwa – peristiwa misterius kelautan bernama Vincent Cadys, mengatakan bahwa daerah Segitiga Bermuda sangat berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan. Kurang lebih 100 pesawat dan kapal laut hilang di daerah ini dan korbannya mencapai lebih dari 1000 orang. Sebagian besar peristiwa misterius itu terjadi pada tahun 1945.
    Lalu, Charles Berlins, penulis buku Bermuda Triangle memaparkan secara panjang lebar dalam bukunya tentang hilangnya kapal Perancis Rousalie yang melewati daerah ini pada tahun 1940. Mesinnya tetap baik dan muatannya pun tidak diusik, tetapi kapal ini kosong tidak berpenumpang maupun berawak. Kejadian lainnya yaitu hilangnya kapal barang besar milik USA bernama Anita dengan muatan 20.000 ton pada tanggal 23 Maret 1973.
    Yang paling mengerikan kejadian yang dijuluki “Kuburan Atlantik” di Segitiga Bermuda adalah malapetaka yang menimpa ekspedisi skuadron ke-19 Amerika. Pada hari Kamis bulan Januari 1945, lima pesawat tempur jenis TTB30 Finger berangkat dari pangkalannya di Port Louderdidle di wilayah Florida, USA. Kelima pesawat itu bersama awaknya lenyap di balik kabut misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun di daerah Segitiga Bermuda.
    Yang lebih menakjubkan lagi adalah upaya yang dilakukan para sarjana dalam memecahkan misteri di Segitiga Bermuda, bahwa di daerah itu terdapat elektromagnet yang dinterpretasikan peristiwa – peristiwa tersebut sebagai ulangan dari penampilan kembali peristiwa – peristiwa yang dulu pernah terjadi di wilayah tersebut karena adanya lorong waktu (time tannel). Jadi pesawat dan kapal laut yang hilang tadi masih tetap hidup tetapi berada di tempat dan waktu yang lain.
    Tanggapan lain tentang Segitiga Bermuda adalah daerah itu pusat kerajaan iblis dan setan pengikut – pengikutnya mengendalikan kegiatannya untuk mempengaruhi manusia supaya sesat, sesuai janjinya dahulu kepada nabi Adam yang akan merusak moral keturunan Nabi Adam.

    Rahasia Besi

    Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al
    Qur''an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti " Besi", kita diberitahu
    sebagai berikut:
    "…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat
    dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur''an, 57:25)
    Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini,
    dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi
    manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni
    "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki
    keajaiban ilmiah yang sangat penting.
    Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang
    ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
    Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan
    tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi
    secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih
    besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi
    telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi
    menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau
    "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di
    seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami
    tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
    Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari
    bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke
    bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat
    diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur''an diturunkan.
    Penciptaan yang Berpasang-Pasangan
    "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan
    semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri
    mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Al Qur''an,
    36:36)
     

    About

    Text

    Ridho's blog Copyright © 2009 Community is Designed by Ridho Ade Putra